Sejarah Singkat Teori Sosiologi

Kekuatan-Sosial-Dalam-Perkembangan-Teori-Sosiologi

Teori sosiologi secara garis besar terbagi menjadi dua macam yaitu, teori klasik dan teori modern.Teori klasik adalah teori sosiologi yang muncul pada tahun-tahun awal, periode ini ditandai oleh munculnya aliran Sosiologi dengan tokoh-tokoh seperti: Auguste Comte, Max Weber, Karl Marx, dll. Sedangkan teori modern adalah teori-teori dari hasil pengembangan dari aliran-aliran sosiologi klasik. Aliran-aliran utama dalam sosiologi modern ini meliputi: Sosiologi Amerika, Fungsionalisme, Teori konflik, dll.

Terkait perkembangan teori sosiologi pada abad ke-20 terjadi cukup pesat di Amerika. Hal ini terdorong oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah perubahan sosial yang menerangkan berbagai kekuatan sosial yang terlibat dalam perkembangan teori sosiologi. Meski banyak faktor yang berperan, dan perkembangan posisi ilmuan sosial dalam khasanah perkembangan teori-teori sosiologi di amerika serikat, kekuatan sosial dalam perkembangan teori sosiologi. Revolusi politik, revolusi prancis (1789) merupakan faktor utama yang mendorong lahirnya teori sosial. Geografi sosial dalam struktur keilmuan agar tetap eksis memerlukan pengembangan teori, penajaman dan perluasan aplikasi. Kajian sehingga manusia perkataan penelitian adalah output dari ilmu-ilmu sosial pada tingkat perkembangan tertentu. Dari sisi lainnya pengembangan teori dan metode ilmu-ilmu filsafat untuk membangun suatu teori tentang perubahan yang menunjukkan perkembangan masyarakat menuju suatu keadaan dimana ada keadilan sosial. Teori feminis terhadap pekerjaan sosial tertama sangat kentara pada bidang penelitian pekerjaan sosial yang merupakan fondasi pengembangan teori. Terkait dengan pengembangan agribisnis berbasis komunitas, analisis beberapa prespektif teori sosiologi khususnya sosiologi ekonomi dalam kajian-kajian kapital sosial tentang evolusi sosial sampai pada bentuk bangunan teori. Serangkaian perubahan yang bertujuan mengatasi akibat samping sistem industri dan kapitalisme dapat digabungkan di bawah istilah “sosialisme”. Meski pun beberapa sosiolog lebih memelih sosialisme sebagai solusi atas masalah-masalah indusri, secara pribadi dan secara intelektual kebanyakan mereka menentangnya. Dampak besar dalam masalah industri adalah terjadinya migrasi besar-besaran ini terutama di sebabkan oleh pekerjaan yang di tawarkan sistem industri di wilayah perkotaan. Namun hal ini melahirkan kesulitan bagi mereka, karena harus menyesuaikan diri dengan kehidupan di kota. Perubahan sosial yang ditimbulkan oleh revolusi politik, industri, dan urbanisasi membawa dampak besar pada religiolitas.tidak sedikit sosiolog dari latar balakang religius dan sebagian profesional mereka terlibat aktif memasukkan tujuan yang sama sebagaimana tujuan agama mereka. Mereka berharap dapat meperbaiki kehidupan orang. Ketika teori sosiologi mulai berkembang, semakin banyak penekanan di berikan pada ilmu pengetahuan, bukan hanya di perguruan tinggi dan universitas, namun juga dalam masysrakat secara keseluruhan. Teknologi yang di hasilkan ilmu pengetahuan menyebar ke segenap sektor kehidupan, dan ilmu pengetahuan memperoleh prestise yang lebih tinngi.

                Meski faktor-faktor sosial memang penting adanya, namun fokus utama ringkasan ini adalah kekuatan-kekuatan intelektual yang berperan besar dalam teori sosiologi. Di dunia nyata, sudah barang tentu faktor intelektual tidak dapat di pisahkan dari kekuatan sosial. Pencerahan adalah periode perkembangan intelektual dan perubahan pemikiran filsafat yang luar biasa. Sejumlah ide dan keyakinan yang tetap bertahan, sebagian di antaranya berkaitan dengan kehidupan sosial di abaikan dan di campakkan  selama pencerahan. Secara keseluruhan, pencerahan di tandai ole keyakinan bahwa orang dapat memahami dan mengontrol semesta raya dengan rasio dan penelitian empiris. Alasannya adalah bahwa karena dunia fisik di dominasi oleh hukum alam, maka dunia sosial pun semestinya juga demikian. Dengan menekankan rasio, para filsuf pencerahan cenderung menafikan kepercayaan terhadap otoritas tradisional, sering kali mereka menganggap nilai da institusi tersebut irasional, yaitu berlawanan dengan sifat manusia dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan manusia.

                Menurut pandsngsn seidman, ideologi kontra pencerahan merepresentasikan pembalikan tak langsung liberalisme pencerahan. Dengan premis-premis modernis, kita dapat mendeteksi adanya sentimen anti modernis yang begitu kuat di kalangan pengkritik pencerahan. Seperti kita akan ketahui, sosiologi pada umumnya, dan sosiologi prancis pada khususnya, sejak awal merupakan campur aduk antara gagasan pencerahan dengan kontra pencerahan.

                Aspek terpenting dari pemikiran saint-simon adalah signifikansinya bagi perkembangan teori konservatif maupun teori Marxian radikal. Di sisi konservatif, saint-simon ingin mempertahankan masyarakat sebagaimana adanya, namun ia tidak berusahauntuk kembali kepada kehidupan zaman pertengahan, seperti halnya de bonald dan de maistre. Comte sangat terusik degan pemikir yang menumbuhkembangkan pencerahan da revolusi. Ia mengembangkan pandangan ilmiahnya “filsafat positif” untuk menyarang apa yang di pandangnnya sebagai filsafat negatif dari pencerahan. Durkheim dia dipandang sebagai pewaris tradisi pencerahan karena penekanannya pada ilmu pengetahuan dan refomisme sosial, dan dia juga di pandang sebagai pewaris tradisi konservatif. Fakta sosial, Durkheim mengembangkan konsep tersendiri tentang pokok bahasan sosiologi, dan selanjutnya mengujinya dengan studi empiris, dalam bukunya Durkheim menyatakan bahwa tugas utama sosiologi adalah mengkaji apa yang di sebut fakta sosial. Selain itu, Durkheim juga meneliti masyarakat primitif untuk menemukan akar-akar agama. Ia percaya bahwa ia akan lebih mampu menemukan akar-akar tersebut dalam simplisitas komparatif masyarakat primitif daripada dalam kompleksitas masyarakat modern.

                Berlawanan dengan positivisme prancis, tradisi historiti jerman menekankan perbedaan antara ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial. Hukum-hukum alam menentukan peristiwa-peristiwa dalam dunia fisik, tetapi dunia manusia adalah dunia kebebasan dan pilihan-pilihan yang bersifat sukarela, tidak seperti hukum-hukum fisik atau hukum alam yang bersifat deterministik. Mengandaikan bahwa manusia tunduk pada jenis hukum yang sama seperti gejala-gejala alam berarti menyangkal kebebasan manusia. Untuk mengerti dinamika suatu masyarakat, perlu bagi seorang penganalisa sosial untuk mendalami kebudayaan dari dalam, mengalami sendiri pandangan hidupnya yang khusus, ideal dan nilai-nilai serta artinya. Sehubungan dengan tekanan pada kebudayaan ini, para historisisme Jerman memandang setiap masyarakat sebagai unik dan hanya dapat dimengerti dalam hubungannya dengan tradisinya sendiri.

 

 

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s